Selasa, 18 Maret 2014

Tips-tips Menjaga Kesehatan 'Miss V' dan Mencegah Keputihan

Tidak sedikit dari kaum wanita yang mengalami kesulitan dalam hal menjaga kesehatan ‘Miss V’ (baca: vagina). Berbagai masalah menuai menjadi kepanikan ketika Miss V ‘berulah’. Sebut saja seperti penyebab keputihan, gatal-gatal, aroma tidak sedap dan lain sebagainya. Meskipun tidak mengganggu orang sekitar, bisa dipastikan hampir tidak bisa membuat diri nyaman dalam melakukan aktivitas kesibukan. Belum lagi masalah sosial ketika dihadapi ketakutan jika orang lain mengetahui masalah diri.
Banyak cara mengatasinya, namun untuk memudahkan memahami fenomena yang mengiringi gejala alamiah tersebut, kita perlu mengetahui penyebab keputihannya terlebih dahulu. Tidak lain dan tidak bukan penyebab dari ‘kekacauan’ tersebut adalah ketidakseimbangan jumlah tingkat keasaman di vagina. Tingkat keasaman atau dikenal dengan Potential Hydrogen (pH) yang seimbang bagi vagina berada pada kisaran 3,8 – 4,2. Apabila pH tidak seimbang, maka dapat memicu bertumbuhnya bakteri Patogen (bakteri jahat) sehingga Miss V dapat terinfeksi.

Untuk menghindari infeksi, Miss V harus dirawat dengan baik dan benar. Berikut kiat-kiat sehat dan menyehatkan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan Miss V:
  1. Pastikan senantiasa membersihkan Miss V setiap kali sesudah buang air kecil. Bilas dengan air bersih yang mengalir dari arah depan ke belakang. Cara ini bermanfaat untuk menghindari kuman dari anus ke vagina. Pastikan vagina dalam keadaan kering sebelum memakai celana dalam kembali, hal ini bermanfaat untuk menjaga tingkat kelembaban vagina. Karena kondisi yang lembab akan berpotensi menumbuhkan jamur.
  2. Jika diperlukan, gantilah celana dalam minimal 2 hingga 3 kali dalam sehari. Lakukan ketika situasi ‘dibawah sana’ mulai dirasa berkeringat atau lembab. Dianjurkan untuk menggunakan celana dalam yang dapat menyerap keringat atau berbahan katun.
  3. Wajib mengganti pembalut saat haid secara rutin. Jika tidak dilakukan, darah yang keluar berpotensi menjadi media tumbuhnya kuman.
  4. Hindari stress. Stress dan depresi diyakini sebagai faktor penyebab keputihan.
  5. Terapkan gaya hidup sehat dengan menjaga kebersihan dan mengatur pola makan yang benar sehingga asupan gizi sesuai sehingga terhindar dari penyebab keputihan juga.
 
Bagaimana Mencegah Keputihan?

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab keputihan tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.


Pencegahan
Untuk mengatasinya sebaiknya dengan sering berganti celana dalam 3 kali dalam sehari. Penting untuk diperhatikan, bahwa hindari celana dalam yang berbahan nilon, celana dalam berbahan katun lebih baik untuk dipakai harian, karena bahan nilon kebanyakan akan menimbulkan hawa lembab.

Selalu keringkan kemaluan setelah BAB dan BAK dengan menggunakan handuk bersih atau tissue. Faktor terpenting ialah selalu menjaga kebersihan alat kemaluan. Apabila keputihan berlanjut maka konsultasikanlah ke dokter spesialis kulit dan kelamin agar diberikan penyuluhan kesehatan lebih lanjut. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebab keputihan tersebut.

Jika keputihan yang dialami termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah penyebab keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menimbulkan penyebab keputihan lainnya seperti menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Keputihan yang dibiarkan dan dianggap sepele maka bisa merambat ke rongga rahim yang kemudian menjalan ke saluran indung telur dan akhirnya sampai ke dalam rongga panggul. Hal inilah yang mampu menyebabkan seseorang menjadi mandul bahkan lebih parah lagi yakni kematian.
Keputihan patologis biasanya terjadi pada seorang wanita yang kurang menjaga kebersihan organ vitalnya. Cara membasuh yang salah juga bisa menjadi penyebab keputihan tersebut. Gonta-ganti pasangan juga memiliki andil dalam masukknya kuman ke dalam vagina. Oleh karena itu, hubungan seks sebelum nikah sangatlah tidak diperbolehkan karena mampu menimbulkan keputihan patologis dan penyakit kelamin lainnya.

Demikian tips mengetahui kesehatan miss V dan penyebab keputihan, Jadi mulai sekarang jangan biarkan atau anggap remeh keputihan. Usahakan untuk selalu hidup sehat dan jaga selalu organ vital agar terhindar dari akibat keputihan.

 sumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar